Rabu, 09 Mei 2012

Peluang Usaha Pembangunan Menara BTS, Patutkah Dilirik?


Pemakai ponsel di tanah air meningkat seiring pertumbuhan teknologi telekomunikasi. Pada era tahun 1990-an hanya kaum profesional dengan jam kerja tak menentu atau yang sering dinas keluar kantor saja yang menggunakan ponsel, namun kini semua kalangan memakai ponsel bagaikan sebuah bentuk pemenuhan kebutuhan primer.

menara_bts_ilustrasiTren menggunakan ponsel juga tak hanya menjangkiti masyarakat perkotaan, para saudara kita yang berada di pedesaan pun telah akrab dengan telepon seluler. Kondisi itulah yang kemudian dilirik pengusaha operator serta para kontraktor pembangunan menara BTS (Base Transceiver Station) sebagai sebuah peluang usaha yang patut untuk ditangkap.

Potensi bisnis pembangunan menara BTS ini mendapat dukungan pemerintah setelah dikeluarkannya sebuah ketetapan pada tahun 2008 lalu yang menyatakan bahwa hanya investor atau perusahaan nasional saja yang boleh membangun menara BTS. Keputusan pemerintah itu disambut gembira oleh kontraktor-kontraktor dalam negeri dan menjadi angin segar untuk mulai menancapkan tonggak bisnisnya. Hal ini turut dirasakan Budi Hartoyo, salah seorang pengusaha pembangunan menara BTS yang berdomisili di Jakarta.



Di bawah bendera PT Duri Bumi Konstruksi, Budi, demikian ia kerap disapa, menjalani usaha pembangunan menara BTS sejak tahun 2009. Ia menerima order dari pihak tower provider yang telah menjalin kerja sama dengan operator. Omzet yang diperoleh pengusaha beranak 3 itu dari membangun menara BTS cukup besar, yakni antara Rp700 juta sampai Rp800 juta. Sementara untuk co-location atau penambahan tennant dalam satu tower, Budi mampu meraup omzet sekitar Rp80 juta hingga Rp150 juta per tennant atau bahkan hingga Rp250 juta.

Prospek usaha jenis ini akan semakin lebar bila si pengusaha pandai melihat peluang lain yang timbul sebagai dampak dari pembangunan menara BTS. Setelah menara BTS berdiri, pihak operator tentunya ingin menara telekomunikasinya itu terjaga serta terawat dengan baik. Dari situ, kontraktor pembangunan menara BTS bisa mengambil untung dengan menawarkan jasamaintenance atau pemeliharaan. Jasa ini bisa meliputi pengecekkan terhadap kondisi menara BTS, semisal kondisi kabel, dan juga pengecekkan terhadap lingkungan di area menara, misalnya memantau keadaan rumput yang semakin meninggi dan lain sebagainya.

Nah, semakin bertambahnya waktu, potensi bisnis pembangunan menara BTS diprediksi juga akan semakin meningkat. Ditunjang dengan kemunculan perusahaan operator baru yang ada di Indonesia, usaha pembangunan menara BTS ini pun akan senantiasa bergerak positif hingga beberapa tahun ke depan. Persaingan di dunia usaha telekomunikasi juga turut mendukung kemajuan bisnis tersebut dengan mengatasnamakan perluasan jaringan. Bagaimana? Apakah Anda tertarik dengan bisnis ini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar