Kamis, 10 Mei 2012

Apa itu Saham?


Apa itu Saham?

Pengertian saham secara umum adalah “surat berharga yang dapat dibeli atau dijual oleh perorangan atau lembaga di pasar tempat surat tersebut diperjualbelikan”. Saham (stock) termasuk salah satu instrumen pasar keuangan yang popular. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika memutuskan untuk menambah pendanaan perusahaan. Selain itu, saham dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik, yaitu ketika perusahaan tersebut berkembang lebih pesat.
Bursa saham adalah tempat dimana perusahaan dapat menawarkan sahamnya untuk dijual. Mereka melakukan hal ini melalui penawaran perdana (IPO). Setelah IPO dilaksanakan, ribuan atau jutaan investor yang telah membeli saham tersebut dapat kembali ke bursa saham untuk menjual sahamnya kepada investor yang lain, sehingga dimulailah perdagangan saham. Bursa saham sebagai tempat perdagangan saham ini.


  

Apa saja yang dapat menyebabkan harga saham bergejolak?

Pergejolakan harga saham disebabkan oleh adanya faktor makro dan mikro yang mempengaruhi harga saham. Faktor makro adalah faktor-faktor yang mempengaruhi ekonomi secara keseluruhan (makro ekonomi). Contohnya adalah tingkat suku bunga, tingkat inflasi suatu negara, tingkat produktivitas nasional, politik dan lain sebagainya dapat memiliki dampak penting pada potensi keuntungan perusahaan hingga pada akhirnya juga akan mempengaruhi harga sahamnya.
Faktor mikro adalah faktor-faktor yang berdampak secara langsung pada perusahaan itu sendiri. Seperti misalnya perubahan manajemen, harga dan ketersediaan bahan mentah, produktivitas pekerja dan lain sebagainya yang akan dapat mempengaruhi kinerja keuntungan perusahaan tersebut secara individual.

Apa saja potensi keuntungan dengan membeli atau memiliki saham?
Secara umum, ada dua keuntungan yang diperoleh investor, yaitu dividen dan capital gain
  •       Dividen

Dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan yang berasal dari profit usaha perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa tunai – artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham - atau dapat pula berupa dividen saham yang berarti kepada setiap pemegang saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut
.
  • Capital Gain

Capital Gain adalah selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Misalnya Investor membeli saham X dengan harga per saham Rp 2.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp 2.300 per saham yang berarti pemodal tersebut mendapatkan capital gain sebesar Rp 300 untuk setiap saham yang dijualnya. 
   

Apa saja resiko dalam berinvestasi saham?


  • Capital Loss

Bila Capital Gain merupakan keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual, dimana harga jual lebih tinggi dari harga beli, Capital Loss adalah kebalikannya, yaitu kerugian akibat harga jual yang lebih rendah dari harga beli. Misalnya saham X yang di beli dengan harga Rp 2.000,- per saham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp 1.500,- per saham. Karena adanya kemungkinan harga terus menurun, maka investor memutuskan untuk menjual harga sahamnya di harga Rp 1.500,- dan itu berarti mengalami kerugian sebesar Rp. 500,- per lembar saham yang dijualnya.

  • Risiko Likuidasi

Dalam setiap perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa, bila telah dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan, atau misalnya perusahaan tersebut dibubarkan, maka artinya perusahaan dilikuidasi. Sesuai dengan ketentuan yang ada, perusahaan harus melunasi seluruh kewajiban perusahaan sebelum akhirnya dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham. Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan lagi, maka pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi tersebut. Ini merupakan resiko terburuk dari pemegang saham, yaitu bila saham perusahaan tersebut menjadi 0 / tidak ada nilainya lagi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar